Ringkasan Cerpen Dalam Buku Kumpulan Cerpen LAKI-LAKI DAN MESIU Karya Trisnoyuwono

 Ringkasan Cerpen Dalam Buku Kumpulan Cerpen LAKI-LAKI DAN MESIU Karya Trisnoyuwono



Buku kumpulan cerpen, Laki-laki dan Mesiu karya Trisnoyuwono pertama kali diterbitkan pada tahun 1957 dan terdiri dari 10 cerpen. Cerpen-cerpen dalam Laki-Laki dan Mesiu ini lahir dari khayal dan pengalaman-pengalaman orang lain yang bersamaan jiwanya dengan pengalaman-pengalaman Trisnoyuwono. 

Goodreads.com

Berikut merupakan ringkasan kumpulan cerpen dalam buku kumpulan cerpen Laki-laki dan Mesiu karya Trisnoyuwono:

  1. Cerpen pertama yaitu “Tinggul”, bercerita tentang Sersan Mayor yang bertugas memeriksa dan membuat laporan perbal untuk orang orang yang ditangkap karena dicurigai masuk APRA dan menjadi dekat dengan tahanan yang ia anggap sikap aslinya baik
  2. Cerita Kedua “Kopral Tohir” bercerita tentang Sersan Mayor yang ditugaskan sebagai Komandan yang mengatur Pleton II Kompi BS yang sulit diatur salah satunya Kopral Tohir yang akhirnya menyadari kesalahannya setelah keluar penjara
  3. Cerpen ketiganya “Dropping Zone” bercerita tentang tentara yang bertugas konvoi untuk melaksanakan operasi yaitu “Operasi Garuda” menangkap gerombolan bersenjata
  4. Cerpen keempat yaitu “Restoran”  bercerita tentang Sersan Mayor yang menerima berita bahwa anggota pletonnya ada yang selalu memalak restoran milik orang Cina. Setelah diberi hukuman anggota tersebut masih melakukannya. Akhirnya Sersan Mayor menghajarnya habis-habisan, tetapi pada perjalanan pulang mereka saling meminta maaf
  5. Cerpen yang kelima “Sebelum Payung Terbuka” bercerita tentang ketegangan dan ketakutan seorang penerjun ketika terjun pertamanya. Yang takut mati dan tidak bisa menyatakan cintanya, tetapi akhirnya ia berhasil
  6. Cerpen keenam yaitu “Pak Parman” bercerita tentang penyerbuan yang dilakukan tokoh Aku besama rekannya Isman dan 10 prajurit dari batalyon dan ditemani Pak Parman yang akan membantu jalannya penyerbuan itu. Mereka berangkat melakukan penyerbuan. Namun naas, peluru-peluru Belanda menghujani mereka saat keluar dari desa
  7. Cerpen ketujuh “Pagar Kawat Berduri” bercerita tentang suasana dalam tahanan. Awalnya keadaan sangat menyenangkan dengan komandan Belanda yang baik hati. Akan tetapi setelah ada tahanan yang mencoba kabur ia menjadi tidak segembira dulu
  8. Cerpen kedelapan yaitu “Di Kaki Merapi” bercerita tentang sebuah regu terdiri dari 7 orang yang bertugas menggempur konvoi-konvoi Belanda. Akan tetapi, saat menggempur konvoi Solo dan Boyolali penyesalan terjadi karena konvoi yang mereka gempur adalah konvoi para pengungsi yang mengangkut perempuan dan anak-anak
  9. Pada cerpen “Rancah” kita dapat melihat bagaimana konflik wibawa seorang pemimpin dalam menghadapi bawahannya yang indisiplin, cerpen ini masih berkonteks pada zaman revolusi dan kehidupan militer tahun 1950
  10. Cerpen terakhirnya “Lewat Tambun”, pada cerpen tersebut kita dapat menemukan realisme pengalaman pencegatan dan menjelang pertempuran yang senyata-nyatanya.

Komentar