Tanah tabu merupakan novel karya Anindita S. Thayf yang diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2008 dan menjadi juara pertama dalam Sayembara Novel DKI pada tahun 2008. Judul bukunya, yaitu tanah tabu sendiri memiliki makna yang mendalam. Tanah Tabu digunakan karena dalam novel ini, tanah Papua yang merupakan tanah warisan leluhur yang telah mereka jaga sudah mulai dikuasai oleh pihak asing dan penduduk aslinya malah mengalami ketidakadilan yang menyebabkan tanah ini menjadi tanah yang dianggap “tabu” oleh penduduk aslinya sendiri.
1. Identitas Buku
Judul buku: Tanah Tabu
Penulis: Anindita S. Thayf
Genre: Fiksi
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Kota Terbit: Jakarta
Tahun terbit: 2008
Halaman: 240 halaman
Sinopsis
Tanah Tabu menceritakan kisah 3 generasi perempuan tanah Papua yang memperjuangkan hak mereka dalam bidang pendidikan untuk mengentaskan kemiskinan. Terjadi ketimpangan yang sangat besar antara kaum pejabat dan masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai buruh, pedagang di pasar, dan petani. Novel ini juga akan memperlihatkan kondisi tanah Papua dalam sudut pandang masyarakat kelas menengah ke bawah yang seringkali ditindas oleh kaum laki-laki.
Konflik utama dalam novel ini adalah saat hilangnya tokoh utama, Mabel yang dibawa paksa dan Mabel dituduh terlibat dalam suatu pemberontakan. Keterlibatan ini tidak lan adalah tipu muslihat yang digunakan musuh. Mabel pun dibawa paksa dan disiksa di tanah lapang yang dikelilingi pagar kawat yang karatan. Tidak hanya Mabel, saat akan menolong Pum dan Kwee juga terkena batu besar dan mengenai badan mereka berdua.
2. Tanah Tabu Dari Sudut Pandang Ekokritik
Novel ini memberikan banyak gambaran menganai alam Papua, baik tanah pedalaman maupun perkotaan dan pedesaannya. Pandangan penulis tentang tanah Papua sendiri adalah tanah yang penuh akan kekayaan alam dan tempat berlindung yang sangat berharga untuk para warga suku pedalaman yang mengantungkan hidupnya pada kekayaan alam mereka, terutama hutan-hutan Papua.
Penulis juga berpendapat bahwa pembangunan besar-besaran di Papua terutama pabrik-pabrik hasil bumi banyak mempengaruhi pola kehidupan masyarakat asli Papua. Pola kehidupan dalam hal ini adalah adanya perubahan pola kehidupan masyarakat yang awalnya bergantung pada hutan dan sumber daya di dalamnya berganti karena dalam novel ini kebanyakan hutan di sana telah dibuka lahannya untuk dijadikan pabrik-pabrik hasil bumi.
Pandangan penulis tentang tanah Papua adalah tanah yang penuh akan kekayaan alam dan tempat berlindung yang sangat berharga untuk para warga suku pedalaman yang mengantungkan hidupnya pada kekayaan alam mereka. Penulis juga berpendapat bahwa pembangunan besar-besaran di Papua terutama pabrik-pabrik hasil bumi banyak mempengaruhi pola kehidupan masyarakat asli Papua. Pesan pelestarian alam yang disampaikan novel ini adalah pembangunan yang dilakukan secara besar-besaran dapat menimbulkan dampak besar bagi keberlangsungan hidup banyak orang jika tidak memperhatikan pengelolaan limbah dan sumber daya manusia disekitarnya agar tidak terjadi ketimpangan dan perubahan pola kehidupan bagi lingkungan sekitarnya.
3. Kelebihan Novel Tanah Tabu
Pada novel ini tidak hanya jalan ceritanya yang menarik dan tidak mudah ditebak. Akan tetapi, pengangkatan isu lingkungan dan feminis dalam satu cerita merupakan hal yang luar biasa. Perpaduan kehidupan feminis tokoh-tokoh utama yang dipadukan dengan konflik utama yang fokus pada lingkungan menjadikan novel ini sangat direkomendasikan untuk dibaca.
Pesan yang disampaikan tentang pelestarian alam dan hak asasi yang secara tidak langsung dituliskan oleh penulis menambah poin plus untuk novel ini. Penggambaran kondisi lingkungan dan ketimpangan latar cerita juga dapat dijadikan pengetahuan baru oleh pembaca.
4. Kelemahan Novel Tanah Tabu
Kelemahan dari novel ini adalah banyaknya istilah yang mungkin sulit dimengerti masyarakat karena banyak menggunakan bahasa daerah Papua. Hal ini menyebabkan pembaca harus membuka bolak-balik pengertian yang telah dituliskan di awal agar mengerti maksud pengarang.
Pada bagian akhir, juga kurang djelaskan bagaimana nasib akhir tokoh utama dan dampak yang disebabkan oleh hilangnya Mabel pada keluarganya di masa depan
5. Kesimpulan Novel Tanah Tabu
Novel Tanah Tabu sangat direkomendasikan untuk dibaca untuk pembaca yang menyukai isu feminis dan lingkungan. Tidak hanya itu, pembaca juga dapat mengetahui kultur yang sering terjadi di tanah Papua.
Penokohan yang kuat dan pemikiran tokoh utama yang sangat menolak kebodohan juga dapat menjadi pesan utama yang dapat membangun pembaca dalam kehidupan sehari-hari.

Komentar
Posting Komentar