Analisis Jenis Dalam Puisi DAUN Karya Soni Farid Maulana

 Analisis Jenis Dalam Puisi DAUN Karya Soni Farid Maulana


Berdasarkan perkembangannya, puisi “Daun” karya Soni Farid Maulana termasuk kedalam jenis puisi modern. Karena tidak terikat pada ketentuan-ketentuan seperti jumlah baris, jumlah bait, maupun pola persajakan di akhir baris. Puisi ini cenderung lebih bebas dari puisi lama dan memiliki aturan struktur yang lebih normatif. Juga bukan merupakan puisi mutakhir karena puisi tersebut tidak bersifat inkonvensional seperti puisi mutakhir.

Jika berdasarkan cara penyair mengungkapkan isi atau gagasan yang hendak disampaikan, puisi ini dapat digolongkan dalam puisi lirik yang digunakan untuk menyampaikan pendapat penyair yaitu Elegi yang merupakan puisi yang mengungkapkan perasaan duka penyair. Puisi tersebut bisa digolongkan Elegi karena berdasarkan pada baris ketiga dan keempat pada bait kedua yaitu  ‘ketika maut begitu perkasa’ ‘mencabut usia hingga akarnya’ juga baris pertama sampai ketiga bait keempat yang tertulis ‘lobang kuburan ditutup perlahan, ketika’, ‘doa-doa dipanjatkan dengan suara tersekat’ ,’ketika kutahu pasti kau tak di sampingku’. Dengan jelas menjelaskan tentang kesedihan penyair yang tertuang dalam puisi karena ditinggal meninggal dunia oleh orang yang ia kasihi.

Sedangkan berdasarkan langsung tidaknya makna dalam hubunganya dengan diksi dan bahasa kiasan yang dipakai, puisi berjudul “Daun” ini dapat dijeniskan sebagai puisi prismatis yang didominasi oleh penggunakan kata konotatif, citraan, dan kiasan, sehingga makna yang dikandungnya bersifat polyinterpretable atau memiliki makna lebih dari satu. 

Bisa dilihat dari penggunaan bahasa kiasan, seperti pada ‘ketika maut begitu perkasa’, ‘mencabut usia hingga ke akarnya, ketika matahari’, ‘menarik tirai senja, ketika keheningan’, dan ‘menyungkup batu-batu di dada’. Apakah yang dimaksud mencabut usia dan keheningan menyungkup batu-batu di dada? Apakah mengungkapkan tentang suatu kematian? Karena pada bait keempat dituliskan tentang kehilangan seseorang. Selain itu juga ditemukan citraan seperti pada baris pertama bait kedua terdapat kata ‘lembut’ pada baris ‘menyentuh miring dengan amat lembutnya’ yang dapat dikategorikan dalam citraan peraba.

 


Komentar