Analisis Puisi SEPERTI PUISI Karya Acep Zamzam Noor
SEPERTI
PUISI
Karya Acep Zamzam Noor
Seperti puisi
dulu aku mengenalmu
Dekat danau
tenang, dekat rumput ilalang
Matahari
menyalakan kita
Dalam kobaran
rindu. Seperti puisi aku menyentuhmu
Dengan jemari
embun
Seperti puisi
Aku memandikanmu
dalam pagi yang menggenang
Betapa panjang
jika harus kucatat dalam kalimat
Atau kunyanyikan
lewat balada
Seperti puisi
gairah ini kupadatkan, rindu ini
Kukentalkan.
Tahun-tahun kuringkas, abad-abad kusingkat
Negeri-negeri
kulebur, kekuasaan-kekuasaan kusulap
Menjadi sekedar
kesunyian
Seperti dulu aku
mengenalmu dekat danau tenang
Puisi berjudul “Seperti Puisi” karya Acep
Zamzam Noor memanfaatkan aspek simile pengandaian di dalamnya. Simile
pengandaian pada puisi ini ditandai dengan adanya kelompok kata /seperti puisi/
yang direpetisikan pada baris /seperti puisi dulu aku mengenalmu/ dan
baris /seperti puisi aku menyentuhmu/. Pengulangan kelompok kata /seperti
puisi/ ini dapat melambang suatu perasaan rindu yang dirasakan tokoh aku dalam puisi karena pernah memiliki
hubungan yang dekat antara tokoh /aku/ dan /–mu/. Hal tersebut dapat
dibuktikan dengan adanya kelompok kata /kobaran rindu/ pada bait pertama. Rindu
yang dirasakan tokoh aku sangat besar sehingga /gairah rindu/ yang dimilikinya harus /dipadatkan/. Setiap cerita kedekatan
mereka dilambang penulis seperti puisi
yang akan menimbulkan kesan harmonis dan dinamis karena kata /puisi/ sendiri
menyimbolkan suatu karya yang harmonis dan penuh dengan kedinamisan pada setiap
katanya.
Diksi /seperti puisi/ juga menimbulkan adanya metonimi atau pemanfaatan sifat atau ciri untuk menandai sesuatu. Pada puisi ini sendiri puisi diibaratkan sebagai suatu keadaan harmonis dan dinamis untuk menandai setiap perasaan yang pernah dirasakan oleh tokoh /aku/ kepada /-mu/. Hal tersebut didukung dengan adanya kelompok-kelompok kata yang mengikutinya, misalnya adalah /Seperti puisi dulu aku mengenalmu. Dekat danau tenang, dekat rumput ilalang/ menggambarkan keadaan yang terkesan harmonis saat pertama kali /aku/ mengenal /-mu/. Keadaan harmonis semakin terbentuk dengan adanya pemilihan kelompok kata dengan unsur alam /danau tenang/ dan /rumput ilalang/.
Puisi berjudul “Seperti Puisi” ini
memiliki makna adanya kerinduan mendalam yang dirasakan oleh tokoh /aku/
kepada tokoh yang digambar dengan /-mu/ karena kedekatan yang pernah terjadi
antara tokoh /aku/ dan /–mu/. Kedekatan ini dilambangkan dengan pengumpaan
seperti puisi yang melambangkan suatu keadaan yang harmonis dan dinamis didalamnya.
Komentar
Posting Komentar