Analisis Puisi Gubahan Karya Mohammad Yamin

Analisis Puisi Gubahan Karya Mohammad Yamin 


GUBAHAN

Karya Mohammad Yamin


Beta bertanam bunga cempaka

Di tengah halaman tanah pusaka,

Supaya selamanya, segenap ketika

Harum berbau, semerbak belaka.

 

Beta berahu bersuka raya

Sekiranya bunga puspa mulia

Dipetik handaiku, muda usia

Dijadikan karangan, nan permai kaya

 

Semenjak kuntuman, kecil semula

Beta berniat membuat pahala,

Menjadikan perhiasan, atas kepala.

 

O, cempaka, wangi baunya

Mari kupetik seberapa adanya

Biar kugubah waktu la’i muda.

 

            Puisi Gubahan karya Mohammad Yamin ini memiliki sarana retorik yang terkandung di dalamnya. Repetisi dilakukan pada beberapa kata dan kelompok kata dalam puisi ini, seperti /beta/ yang diulang setidaknya sekali dalam bait pertama sampai ketiga. Penggulangan kata /beta/ ini dilakukan untuk menegaskan bahwa /beta/ yang memiliki arti saya memiliki peran sebagai pihak yang diceritakan dalam puisi ini. Repetisi juga dilakukan pada kelompok kata /bunga cempaka/ dan /tanah pusaka/. /Beta/ dalam puisi ini dapat diartikan sang penulis atau generasi bangsa yang menanam /bunga cempaka/ sebagai /puspa mulia/ di /tanah pusaka/. Tiga kelompok kata tersebut memiliki keterkaitan satu sama lain. /Bunga cempaka/ memang diketahui sebagai bunga khas Indonesia. Dalam puisi tersebut bunga khas Indonesia digambarkan dengan /puspa mulia/ atau bisa saja berarti bunga yang mulia. /Tanah pusaka/ sendiri merupakan gambaran dari bangsa Indonesia yang memang dikenal dengan sebutan /tanah pusaka/.

            Ketiga kelompok kata tersebut termasuk ke dalam unsur alam yang mendukung suasana alam untuk tumbuh dalam puisi ini. Penggambaran harapan indah yang penulis tanamkan dengan pengibaratan /bunga cempaka/ yang akan dipetik oleh tokoh /beta/ untuk bangsa ini. Digambarkan dengan /tanah pusaka/ agar terlihat lebih alami karena kelompok kata yang dituliskan penulis sama-sama mengandung unsur alam.

            Selain itu, diksi Gubahan pada judul dan kata /kugubah/ pada baris terakhir memiliki keterkaitan. Gubahan sendiri dapat berarti hasil dari tindakan gubah atau merangkai atau dapat pula diartikan mengarang. Isi yang dibahas pada puisi ini sama seperti dengan judulnya yaitu harapan mengenai adanya suatu gubahan /bunga cempaka/ agar menjadi suatu karangan yang indah di /tanah pusaka/ atau bangsa Indonesia. Kata /kugubah/ memiliki makna bahwa /beta/ yang dituliskan penulis pada puisi sebagai orang yang merangkai /bunga cempaka/ atau lambang keindahan tersebut untuk bangsa Indonesia.

Komentar