10 Sastrawan Terkenal di Indonesia

 10 Sastrawan Terkenal di Indonesia


Suatu karya sastra dapat dikatakan berhasil jika karya sastra tersebut berhasil menarik perhatian para pembaca untuk membaca karya tersebut. Ada banyak hal membuat pembaca tertarik untuk membaca suatu karya, antara lain cerita yang menarik, gaya penulisan penulis, ciri khas suatu karya, dan masih banyak lagi. Tetapi karya sendiri tidaklah lepas dari penulisnya. Setiap penulis pastilah memiliki suatu ciri khas masing-masing. Ada banyak penulis yang hebat di Indonesia. Tetapi berikut merupakan penulis terbaik di Indonesia berdasarkan keberanian dan keunikannya dalam menuliskan karya-karyanya yang terbilang lain dari penulis kebanyakan.

  1. Pramoedya Ananta Toer dengan keberaniannya menuliskan cerita yang berbau pemberontakan pada keempat novelnya dalam Tetralogi Buru pada masa orde baru. Hal tersebut merupakan tindakan yang dibilang cukup berani pada masa itu. 
  2. Ayu Utami terkenal keberaniannya menuliskan cerita dengan unsur seks didalamnya. Di Indonesia sendiri cerita dengan unsur seks di dalamnya masih menjadi hal yang tabu. Karya Ayu Utami antara lain, Saman, Larung: Roman, Cerita Cinta Enrico, Lalita, Maya, dan lain-lain.
  3. Tere Liye yang menuliskan cerita fiksi diluar akal manusia pada umunya. Ia menuliskan tentang dunia paralel dan kehidupan di tempat lain yang lebih modern daripada kehidupan dibumi. Keberhasilan Tere Liye dalam menuliskan karyanya bisa dilihat dari karyanya yang selalu laku keras dipasaran dan sampai karyanya memiliki sekuel sampai sekuel ke-9. 
  4. Ahmad Tohari yang dengan keberaniannya menuliskan cerita kehidupan pada masa orde baru dan pemberontakan yang pernah ada di Indonesia dalam beberapa karyanya. Seperti dalam novelnya yang berjudul Orang-Orang Proyek dan Ronggeng Dukuh Paruk.

  5. Achdiat K. Mijardja yang dengan berani menuliskan suatu karya yang mengandung unsur atheis dalam karyanya yang berjudul Atheis. Atheis sendiri merupakan hal yang tabu untuk dijadikan suatu karya di Indonesia. Walaupun secara keseluruhan tidak menceritakan tentang atheis saja, tetapi keberhasilan penulis menjadikan karyanya diminati pembaca perlu diapresiasi
  6. Trisnojuwono dengan keberaniannya menuliskan cerita dengan unsur pemberontakan-pemberontakan yang pernah ada di Indonesia pada karyanya seperti Pagar Kawat Duri dan buku kumpulan cerpen Laki-laki dan Mesiu
  7. Damar Shashangka dengan keunikannya yaitu menulis cerita dengan latar sejarah tepatnya pada masa kerajaan-kerajaan. Salah satu karyanya yang terkenal ialah Sabda Palon yang terbit sampai seri ke-5.

  8. Iwan Simatupang yang setiap karyanya lain dari penulis Indonesia lainnya. Hal ini dikarenakan karya Iwan Simatupang yang padat akan renungan atau idealis. Tidak hanya keindahan yang ada didalam karyanya tetapi unsur filsafat juga terdapat setiap karyanya. Sebab itulah karyanya tidak jarang mengundang kritik para kritikus sastra. 
  9. A. A. Navis dengan keberaniannya memasukan unsur sindiran dalam karyanya. Salah satunya adalah pada karyanya yang berjudul Robohnya Surau Kami yang dinilai memuat sindiran kepada orang yang beribadah terus menerus tetapi melupakan realita disekitarnya.
  10. Nh. Dini yang memiliki keunikan yaitu menuliskan karyanya berdasarkan pengalaman pribadinya sendiri. Salah satunya dalam buku kumpulan cerpen berjudul Dua Dunia yang menceritakan pengalaman pribadi Nh Dini saat bertemu dengan jalan hidup dan jodohnya saat bekerja di industri penerbangan.

Komentar

Posting Komentar