Puthut EA yang memiliki nama lengkap Puthut Eko Arianto merupakan salah satu sastrawan ternama di Indonesia. Puthut EA lahir di Rembang pada tanggal 28 Maret 1977 dan tumbuh besar di sana. Sejak masih duduk di bangku SMP, tokoh ini rajin menulis geguritan (puisi Jawa).
Puthut EA menyelesaikan pendidikan sarjananya di Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada. Ia tergabung dalam sebuah badan pergerakan bernama Komite Perjuangan Rakyat untuk Perubahan. Selama berada dalam komite tersebut, Puthut EA memprakarasai pembuatan buletin Bongkar sebagai pengganti selembaran politik yang kala itu sedang beredar. Setelah itu, Puthut EA bersama rekannya mendirikan Liga Mahasiswa Demokrasi.
Puthut EA juga aktif dalam lembaga kebudayaan, yaitu Akademi Kebudayaan Yogyakarta (AKY) yang berada di bawah naungan INSIST. Setelah itu, Puthut EA aktf dalam pembuatan komunitas kreatif dan jaringan penulis di berbagai daerah. Selain aktif sebagai penulis, Puthut EA juga aktif dalam berbagai proyek penelitian.
Sampai tahun 2019 setidaknya Puthut EA telah menulis 26 buku yang mencakup buku fiksi dan penelitian. Karyanya menuai sambutan positif dari para pembaca dan kritikus sastra. Berikut sejumlah karya Puthut EA:
• Sebuah Kitab Yang Tak Suci (2001)
• Dua Tangisan Pada Satu Malam (2003)
• Sarapan Pagi Penuh Dusta (2004)
• Cinta Tak Pernah Tepat Waktu (2005)
• Kupu-kupu Bersayap Gelap (2006)
• Seekor Bebek Yang Mati di Pinggir Kali (2009)
• Makelar Politik: Kumpulan Bola Liar (2009)
• Para Bajingan Yang Menyenangkan (2016)
• Seorang Laki-laki Yang Keluar Dari Rumah (2017)
• Dua Kali (2018)
• Jalan Bercabang Dua Di Hutan Kesunyian (2019)
Puthut EA juga merupakan Kepala Suku website artikel anak muda, Mojok.co. Selain terjun di dunia menulis, Puthut EA juga aktif sebagai pembicara dan narasumber dalam berbagai acara sastra dan budaya di Indonesia. Ia sering memberikan motivasi dan inspirasi bagi para penulis muda di Indonesia untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi diri.


Komentar
Posting Komentar