Mengenal Angkatan Sastra di Indonesia

Angkatan sastra di Indonesia merujuk pada periode waktu tertentu di mana sekelompok penulis atau sastrawan memiliki pengaruh yang signifikan dalam dunia sastra Indonesia. Setiap angkatan sastra biasanya memiliki ciri khas dalam gaya penulisan, tema yang diangkat, atau pendekatan sastra yang berbeda. Berikut adalah beberapa angkatan sastra yang terkenal di Indonesia:

  1. Angkatan Pujangga Baru (1920-1930): Angkatan Pujangga Baru merupakan gerakan sastra yang dipelopori oleh sekelompok penulis pada tahun 1933. Angkatan ini memiliki semangat modernisasi dan menekankan pembaruan dalam penulisan sastra. Beberapa tokoh terkenal dari angkatan ini adalah Chairil Anwar, Sutan Takdir Alisjahbana, dan Amir Hamzah.
  2. Angkatan 45 (1945-1966): Angkatan 45 muncul setelah kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Angkatan ini sangat dipengaruhi oleh semangat nasionalisme dan perjuangan dalam memperjuangkan kemerdekaan. Beberapa tokoh terkenal dari angkatan ini adalah Pramoedya Ananta Toer, Mochtar Lubis, dan A.A. Navis.
  3. Angkatan 66 (1966-1971): Angkatan 66 muncul setelah peristiwa Gerakan 30 September 1965 di Indonesia. Angkatan ini ditandai dengan adanya perubahan dalam gaya penulisan dan penekanan pada kritik sosial dan politik. Beberapa tokoh terkenal dari angkatan ini adalah Goenawan Mohamad, Nh. Dini, dan Putu Wijaya.
  4. Angkatan Reformasi (1998-sekarang): Angkatan Reformasi muncul setelah reformasi politik yang terjadi di Indonesia pada tahun 1998. Angkatan ini mencerminkan perubahan sosial dan politik yang terjadi dalam masyarakat Indonesia. Beberapa tokoh terkenal dari angkatan ini adalah Ayu Utami, Eka Kurniawan, dan Djenar Maesa Ayu.

Setiap angkatan sastra memiliki kontribusi dan pengaruhnya sendiri terhadap perkembangan sastra Indonesia. Mereka memainkan peran penting dalam membentuk identitas sastra Indonesia dan menghadirkan karya-karya yang bernilai dan beragam.

Komentar