Eka Kurniawan dan Karya Debutnya, CANTIK ITU LUKA

 Eka Kurniawan dan Karya Debutnya, CANTIK ITU LUKA


Cantik Itu Luka merupakan novel debut Eka Kurniawan sebagai penulis. Novel ini pertama kali diterbitkan tahun 2002 atas kerja sama Akademi Kebudayaan Yogyakarta dan Penerbit Jendela dan menjadi salah satu karya sastra yang paling dihargai di Indonesia sampai sekarang.


Kisah dalam Cantik Itu Luka mengisahkan kisah Dewi Ayu, seorang pelacur yang sangat cantik dan sangat dicari pada masa Jepang dan Belanda. Akibat dari pekerjaannya, ia memiliki 4 orang anak. Anak pertama hingga ketiganya sangatlah cantik seperti ibunya. Namun, pada kehamilannya yang keempat, Dewi Ayu yang tidak menginginkan anaknya itu melakukan berbagai cara untuk melenyapkannya. Akan tetapi, akan keempat tersebut lahir dengan fisik yang jauh dari kerupawanan ibu dan kakak perempuannya, ia menjadi perempuan yang buruk rupanya.

Novel ini mengisah Dewi Ayu yang kembali terbangkit dari kuburnya setelah 21 tahun. Banyak hal yang ditemui oleh Dewi Ayu pada akhirnya. Kutukan pada keturunan dari ibunya, Ma Iyang sampai kehidupan anak-anaknya yang rupawan, tetapi tidak menemui kebahagiaan.

Eka Kurniawan menulis Cantik Itu Luka dengan gaya penceritaan yang kuat dan imajinatif. Ia menggabungkan realisme magis dengan unsur sejarah, membuat dunia yang kaya dan membangkitkan imajinasi pembaca. Ia juga menyisipkan sentuhan humor gelap dalam cerita, memberikan kejutan dan nuansa yang berbeda.

Buku ini menggambarkan luka dan penderitaan yang dialami oleh perempuan dalam berbagai bentuk, serta mengkritik berbagai aspek masyarakat yang terkait dengan patriarki, kekerasan, dan korupsi politik. Meskipun berisi kisah yang kelam dan tragis, buku ini juga menegaskan kekuatan dan ketahanan manusia dalam menghadapi cobaan dan kesulitan hidup.

Cantik Itu Luka merupakan karya sastra yang menggugah emosi, menarik, dan memberikan pandangan yang mendalam tentang masyarakat dan sejarah Indonesia. Buku ini telah meraih banyak penghargaan, salah satunya adalah penghargaan Prince Louis Award tahun 2018.

Cantik Itu Luka menawarkan pandangan yang kuat tentang kompleksitas kehidupan sosial dan politik Indonesia. Novel ini juga menggambarkan kondisi perempuan dalam masyarakat yang penuh dengan ketidakadilan dan penindasan. Melalui gaya penceritaan yang gelap, Eka Kurniawan menghadirkan gambaran yang kompleks, mencekam, dan mencerahkan tentang sejarah dan realitas masyarakat Indonesia.

Dalam keseluruhan ceritanya, Cantik Itu Luka mengajukan pertanyaan tentang identitas, kekuasaan, cinta, dan ketahanan. Novel ini meraih popularitas yang besar di Indonesia dan telah diakui secara internasional sebagai karya sastra yang kuat dan memikat.

Komentar