Cerpen DUA JADI SATU Karya Shaumayya

Dua Jadi Satu

Karya Shaumayya

 

Mungkin ini adalah hal biasa menurut kalian, tapi untukku ini adalah hal unik yang baru aku temui. Aku hidup di keluarga yang memiliki dua keyakinan. Waktu itu, ibu dan ayahku bertemu secara tidak sengaja di sebuah taman kampus. Ibu yang sedang menunggu sahabatnya sedang duduk sendirian di pojok taman, sedangkan ayah yang tidak jauh dari situ sedang mendengarkan lagu lewat MP3 jadulnya. Mereka berdua memang tidak mengenal satu sama lain, namun ternyata sahabat ibuku yaitu tante Linda mengenal ayahku.

“Loh, Ryan ngapain masih disini? Bukannya ada kelas ya?” sapa tante Linda saat melihat ayah

“ Eh Linda, hehe biasa lah” jawab ayah waktu itu

“Wuuu dasar kamu ni” jawab tante Linda

“Kamu ngapain Lin disini?” tanya ayah bingung

“Nemenin si Ellie mau ada wawancara” jelas tante Linda

“Dia?” tanya ayah sambal menunjuk Ibu

“Iya, kamu gak tau dia?” tanya tante Linda bingung

“ Emang dia siapa?” tanya ayah balik

“ Kamu ngapain aja Ry disini? Gila. Cewe setenar Ellie aja kamu gatau dia siapa? Duh, kurang – kurangin deh Ry kamu sama MP3mu itu. Aku takut kamu malah jatuh cinta sama benda mati itu hahahaha” ledek tante Linda

“ Enak aja kamu Lin, ini tu MP3 kesayangan aku. Bersejarah ni” bela ayah

“Lin, kamu itu mau nemenin aku atau mau ngobrol sama orang lain sih?” kata ibu ketus

“Iya tu Lin, gimana sih kamu” sambung ayah

“Diem deh kamu Ry, mending kalian berdua kenalan deh” ajak tante Linda

Ibu yang saat itu memang cuek, meskipun banyak yang menyukai nya namun sampai saat ini belum ada orang yang mampu membuat ibu jatuh cinta.

Tanpa basa – basi ayah langsung mengulurkan tangannya dan memperkenalkan diri

“Halo, aku Ryan dari akuntansi” kata ayah sambal melemparkan senyum

“Halo, aku Ellie” jawab ibu singkat sambal memberi senyum sesaat

Saat itu ayah merasa bahwa ibu adalah perempuan paling ketus yang pernah ditemui selama hidupnya. Ayah menyesal terlalu ramah dengan ibu dan bersumpah untuk tidak lagi bertindak semurah itu terutama dengan ibu. Saat itu ayah hanya mengomel didalam hatinya dan tak lama dari perkenalan singkat itu ibu dan tante Linda pergi. Semakin kesal karena ayah merasa tidak dihargai. Tapi ya bagaimana, itulah ibu. Bukan merasa banyak diinginkan jadi membuat ibu seperti itu, namun memang itu adanya ibu.

Singkat cerita, ternyata ibu dan ayah tidak hanya bertemu waktu itu saja. Ada satu event yang membawa mereka berdua sering bertemu dan mau tidak mau harus berinteraksi. Ternyata, ayah dan ibu masuk di satu organisasi yang sama dan memegang satu divisi yang sama. Karena ibu sudah membuat ayah kesal karena awal perkenalan, dan ibupun juga  tidak peduli akan hal itu jadi awalnya mereka hanya diam diam saja. Melakukan yang memang apa yang perlu mereka lakukan. Tapi itu semua justru membuat berantakan, jadi mau tidak mau mereka mulai bekerja sama demi kepentingan bersama. Rasa canggung pasti ada namun, lama – lama berjalan seperti biasa. Justru ini semua menjadi awal mula kedekatan ayah dan ibu. Setelah event selesai, semua masih berjalan sama. Tidak ada kerenggangan antara ayah dan ibu. Kedekatan ayah dan ibu tentu membuat banyak laki – laki yang menyukai ibu menjadi cemburu. Ayah sering didatangi kakak tingkat yang suka kepada ibu dan sering diminta untuk menjauhi ibu, tapi karena ayah merasa bahwa tidak ada yang bisa melarangnya jadi ayah hanya mendegarkan apa yang orang – orang aneh itu minta. Tidak lama dari peristiwa tersebut, ternyata ayah dan ibu memilih untuk bersama. Dari situ banyak orang yang pro dan kontra terhadap hubungan ayah dan ibu. Itu justru membuat ayah dan ibu semakin intim.

Selang beberapa bulan masalah mulai muncul, tidak semudah itu menjalani hubungan dengan perbedaan keyakinan. Yaa, ibu dan ayah berbeda keyakinan. Ayah berkeyakinan Kristen dan ibu Islam. Masalah bermunculan bukan karena satu sama lain tidak bisa menerima, namun masalah eksternal yang muncul. Keluarga ayah sangat menentang hubungan ayah dan ibu. Menurut keluarga ayah, itu sangat menyedihkan. Tapi ya apa mau dikata, ayah yang saat itu memang memiliki kegigihan tetap terus menjalankan hubungannya dengan ibu. Sebenarnya, ibu juga takut meneruskan hubungan tersebut karena ibu tidak mau berakhir seperti kakaknya yang pertama. Kakaknya memilih untuk pindah agama demi menikah dengan lelaki yang dicintainya. Ibu tidak ingin itu terjadi tapi ibu juga mencintai ayah, jadi ibu memilih untuk menjalaninya saja. Lagi pula ibu juga belum terlalu yakin dengan ayah.

Ternyata hubungan ayah dan ibu berlanjut hingga lulus kuliah dan bekerja. Mereka berdua bekerja di kota yang berbeda. Alhasil itu membuat mereka harus menjalankan hubungan jarak jauh. Hubungan jarak jauh dan beda keyakinan memang sangat sulit. Sangat sulit dan pastinya berat. Tapi ayah berusaha untuk terus bersama ibu. Ayah tidak ingin ibu pergi darinya. Sebenarnya hal yang sama yang dirasakan ibu. Ibu dan ayah sama – sama bisa memahami dan mengerti perbedaan itu, dan itu menjadi alasan kuat ibu dan ayah masih bersama.

Hubungan ayah dan ibu sudah berjalan selama 6 tahun. Pasti kalian sudah tahu apa lagi yang mereka tunggu. Mereka sudah memiliki hidup yang enak satu sama lain. Pekerjaan yang mapan dan penghasilan yang lumayan. Namun mereka sedang mencari restu dari kedua orang tua mereka. Mereka ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih serius, tapi mereka berkomitmen untuk tidak ada yang pindah keyakinan. Jadi ayah tetap dengan keyakinannya dan ibu juga dengan keyakinannya. Saat itu pernikahan beda keyakinan memang masih diperbolehkan dan itu sah, berbeda dengan sekarang. Akhirnya ayah berusaha dengan susah payah untuk mendapatkan restu dari orang tuanya dan orang tua ibu dimana itu kakek dan nenekku. Awalnya kakek dan nenek tidak setuju namun melihat keseriusan ayah dan ibu, akhirnya kakek dan nenek merestuinya dengan catatan untuk bisa selalu menerima satu sama lain. Ayah dan ibu merasa lega akan hal itu, namun belum selesai. Restu dari orang tua ayah yang sulit saat itu. Ayah dan ibu berjuang untuk meyakinkan enin dan akung. Berbagai cara ayah dan ibu lakukan sempat terlintas untuk kawin lari namun ibu mencegah ayah, karena ibu tidak mau hal yang tidak diiginkan terjadi karena ibu beranggapan bahwa restu nomer satu. Setelah menunggu satu tahun restu dari enin dan akung, akhirnya enin dan akung pun luluh karena kegigihan ibu dan ayah. Cukup lama perjuangan mereka berdua karena sangat sulit rintangan yang mereka lalui. Akhirnya ayah dan ibu menikah dengan bahagia. Selang tiga bulan ibu akirnya hamil aku. Yap, aku anak pertama ibu dan ayah. Sejak saat kecil ibu dan ayah memang membebaskanku untuk memilih keyakinan mana yang mau aku jalani. Awalnya aku bingung akan hal itu, namun ibu dan ayah selalu memberiku penjelasan dan pemahaman mengapa mereka harus menikah beda agama. Akhirnya aku bisa menerima perbedaan dikeluarga kami dan aku memilih untuk ikut keyakinan ibu. Karena yaaa, tidak perlu alasan untuk itu ku rasa.

Ini tidak mudah untukku karena aku juga mengalami tekanan dari orang – orang disekitarku. Ya walaupun tidak semua menekanku namun aku mengerti, mereka belum bisa menerima perbedan keluargaku. Banyak temanku yang mendukungku dan membelaku saat aku dibully. Perbedaan dikeluarga kami memang sempat kotroversi, tapi tanpa kalian ketahui kami sangat nyaman menjalani ini semua. Kami menghargai satu sama lain. Dan hampir tidak ada masalah perihal perbedaan kami ini. Hingga suatu saat, ayah merasa bahwa ayah ingin masuk ke keyakinan kami. Tentu aku dan ibu merasa bahagia. Butuh waktu lama untuk ayah memikirkan hal itu hingga akhirnya ayah memantapkan hati dan berpindah keyakinan. Keluarga kami masih tetap sama, tidak ada perbedaan saat atau sebelum ayah berpindah keyakinan. Aku senang karena ibu dan ayah banyak mengajariku tentang arti toleransi.

Komentar