Suara Kehidupan Jurnalis dan Sastrawan Goenawan Mohamad: Sebuah Biografi

Goenawan Mohamad adalah seorang sastrawan, jurnalis, dan budayawan terkenal Indonesia. Ia lahir pada tanggal 29 Juli 1941 di Batang, Jawa Tengah. Memiliki nama lengkap Goenawan Soesatyo Mohamad atau seringkali disapa dengan Goen atau GM. 

Sumber gambar: CNN Indonesia

Goenawan Mohammad mulai menunjukkan minat pada sastra dan seni sejak usia muda. Waktu masih duduk di bangku sekolah dasar, ia menyukai acara puisi di RRI. Kemudian ia mulai menulis sejak usia 17 tahun.


Ia kemudian menjadi jurnalis dan bekerja di beberapa media, seperti majalah Horison, KAMI, dan majalah Ekspres. Setelah itu, ia dan ebberapa rekannya mendirikan majalah mingguan Tempo. Selain itu, Goenawan Mohammad juga aktif dalam gerakan seni dan budaya di Indonesia. Ia menjadi salah satu pendiri Teater Utan Kayu dan juga menjadi pendiri Komunitas Salihara, sebuah pusat seni dan budaya di Jakarta. Saat terjadi pembredelan Tempo pada masa Orde Baru. Ia dan rekan-rekannya juga Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mendirikan ISAI (Institut Studi Arus Informasi) sebagai organisasi yang mewadai kebebasan berekspresi jurnalis yang saat itu dibatasi.


Goenawan Mohamad dikenal sebagai seorang penulis dan penyair yang produktif. Karya-karyanya meliputi puisi, esai, dan kritik sastra. Buku-bukunya yang terkenal antara lain:

• Kumpulan Puisi Parikesit (1971)

• Kumpulan Puisi Interlude (1973)

• Kumpulan Puisi Sajak-sajak Lengkap 1961-2001 (2001)

• Kumpulan Puisi Misalkan Kita di Sarajevo (1998)

• Kumpulan Puisi Asmarandana (1992)

• Esai Potret Seorang Penyair Muda Sebagai Si Malin Kundang (1972)

• Esai Seks, Sastra, dan Kita (1980)

• Novel Surti + Tiga Sawunggaling (2018)


Selain itu, Goenawan Mohammad juga dianugerahi banyak penghargaan, di antaranya penghargaan dari Bintang Budaya Parama Dharma, Wertheim Award, CPJ Internasional Press Freedom Award, dan The Japan Foundation Awards.


Karya-karya Goenawan Mohammad diakui sebagai bagian penting dari perkembangan sastra, seni, dan budaya di Indonesia. Ia terus aktif dalam gerakan seni dan budaya, serta menjadi panutan bagi banyak generasi muda di Indonesia.

Komentar

Posting Komentar