Resensi Novel Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori

Laut Bercerita merupakan novel karya Leila S. Chudori yang diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia pada tahun 2017. Pembaca untuk novel ini berasal dari berbagai kalangan, mulai dari penikmat sastra sampai anak muda pun membaca karya ini. Novel ini kembali ramai diperbincangkan baru-baru ini setelah banyak orang mengutarakan pendapat mereka pada media sosial setelah membaca novel ini. Laut Bercerita menjadi best seller di beberapa toko buku pada beberapa waktu terakhir.


1. Identitas buku

Judul buku: Laut Bercerita

Penulis: Leila S. Chudori

Genre: Fiksi historis

Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia

Tahun terbit: 2017

Halaman: 379

ISBN: 978-602-424-694-5


Sinopsis

Laut Bercerita menceritakan perjuangan Laut dan teman-temannya mulai dari aktivis mahasiswa sampai menjadi aktivis buronan peremerintahan tahun 1998. Kelompok aktivis mahasiswa menjadi kelompok utama pada cerita ini yang juga digambarkan sesuai dengan kenyataan yang pada masa itu yang hanya bisa melakukan gerakan-gerakan bawah tanah agar tidak mudah tertangkap oleh pemerintahan yang otoriter pada masa itu. 

Bertahun-tahun bergerak di dalam tanah untuk dapat bertahan dan tidak diketahui oleh pemerintah. Perjuangan Laut dan teman-temannya pada akhirnya membuahkan hasil dengan lengsernya Presiden saat itu dan mulainya era reformasi di Indonesia, walaupun saat itu terjadi Laut sebagai tokoh utama telah tewas dibuang ke laut oleh aparat karena memimpin sebuah kelompok aktivis yang dianggap telah memberontak pada pemerintah pada masa itu. 

2. Laut Bercerita dari Sudut Pandang Kritik Historis

Kisah yang dituliskan oleh Leila S. Chudori dalam novelnya ini merupakan bentuk dari suatu peristiwa sejarah yang nyata terjadi sama pada tahun 1998. Hal ini dikarenakan sang penulis, yaitu Leila S. Chudori pernah meminta salah satu aktivis yang selamat pada masa itu untuk menuliskan pengalamannya saat diculik pada tahun 1998 dan kemudian dimuat dalam artikel Tempo berjudul “Di Kuil Penyiksaan Orde Baru” yang nyaris dimuat tanpa penyuntigan. Dari situlah pengarang berjanji untuk menuliskan cerita tentang para aktivisi yang diculik, yang kembali dan yang tidak kembali dan tentang keluarga yang terus-menerus sampai sekarang mencari jawab. Hal ini menjadi inspirasi dan motivasi terbesar sang penulis untuk menulis karya ini.

Peristiwa bersejarah yang mendorong teks novel Laut Bercerita ini terbut adalah peristiwa 1998. Peristiwa 1998 merupakan bentuk protes besar-besaran oleh masyarakat, khususnya mahasiswa dan para aktivis untuk meminta presiden saat itu lengser. Dalam peristiwa tersebut banyak terjadi kejanggalan yang terjadi. Salah satunya adalah maraknya aktivis mahasiswa yang hilang dan tidak diketahui keberadaannya sampai sekarang. Novel ini mengambil sudut pandang rakyat terutama para aktivis yang tertekan karena keotoriteran pemerintah pada masa itu. Kebungkaman suara yang terjadi pada rakyat pada saat itu sangat tercerminkan jelas dalam novel ini. 

Keberanian mengungkapkan pendapat dan berjuang untuk bangsa pada novel ini menjadi poin utama yang patut untuk ditiru. Perjuangan para aktivis di masa lalu harus terbayarkan dengan keharmonisan dan kebebasan yang terjadi di Indonesia. Pengambilan sudut pandang rakyat terutama para aktivis dengan segala perjuangan mereka untuk memerdekakan rakyat Indonesia dari pemerintah yang otoriter juga menjadi poin utama yang membuat novel ini mudah untuk dinikmati dan terhanyut oleh para pembaca. 

3. Kelebihan Novel Laut Bercerita

Kelebihan atau keunggulan yang dimiliki novel karya Leila S. Chudori ini adalah penggunaan bahasa yang mudah dipahami. Selain itu, penulis juga mencoba menggambarkan lingkungan sekitar dengan detail sehingga memudahkan pembaca dalam membayangkan peristiwa yang terjadi dalam novel ini. 

Penggambaran tentang peristiwa yang detail, seperti saat Laut dan kawan-kawan melarikan diri melewati sawah dan bersembunyi membuat pembaca benar-benar dibuat terhanyut dan merasakan situasi yang menegangkan kala itu. Adanya beberapa ilustrasi juga ikut menjadi kelebihan dari novel ini.

Tidak hanya sekedar cerita fiksi, novel juga memberikan pengetahuan mengenai sejarah kelamnya 1998 lewat sudut pandang mahasiswa sebagai agent of change yang sangat berpengaruh pada saat itu.

4. Kelemahan Novel Laut Bercerita

Kelemahan dari novel Laut Bercerita adalah alur yang maju mundur setiap babnya. Untuk pemula, mungkin hal ini akan sedikit membingungkan karena pada bab awal diceritakan saat Laut masih belum terlibat dalam pergerakan mahasiswa dan pada bab kedua langsung melompat jauh pada saat Laut sudah tertangkap. 

Kengerian yang digambarkan dalam novel ini juga dapat menjadi kenangan membaca traumatis tersendiri untuk pembaca. Hal ini dapat terjadi apabila pembaca tidak terlalu akrab membaca cerita dengan latar yang ngeri.

5. Kesimpulan

Novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori ini merupakan novel yang penuh akan pembelajaran masa kelam mahasiswa aktivis pada 1998. akan tetapi, banyak juga pesan moral yang dapat dijumpai. Misalnya adalah jangan pernah berhenti saat melakukan sesuatu, tetap lakukan sampai akhir seperti Laut sang tokoh utama yang tetap bergerak dan melawan meskipun telah diburu dan dikhiati oleh temannya sendiri. 

Itulah resensi novel Laut Bercerita. Selain novel, cerita ini juga telah difilmkan juga loh!

Komentar