Jejak Langkah Sapardi Djoko Damono: Sebuah Biografi

Sapardi Djoko Damono adalah seorang sastrawan yang lahir di Surakarta, Jawa Tengah pada 20 Maret 1940 dan meninggal dunia pada 19 Juli 2020 pada usia yang ke-80. Ia merupakan seorang penyair, penulis, dan sastrawan Indonesia yang dikenal luas di Indonesia dan juga di luar negeri. Sapardi menempuh pendidikan di dasar dan menengahnya di Surakarta. Selama bersekolah, ia banyak menulis karya dan dikirimkan ke majalah-majalah. 

Sumber gambar: Wikipedia

Ia melanjutkan studinya di Fakultas Sastra (sekarang Fakultas Ilmu Budaya), Universitas Gadjah Mada, tempat ia memperoleh gelar Sarjana Sastra. Setelah lulus, ia sempat mengajar di IKIP Malang. Sapardi melanjutkan pendiidkannya di University of Hawaii dan program doktor di Fakultas Sastra, Universitas Indonesia . Selain mengajar sebagai dosen, Sapardi juga memiliki pengalaman di bidang jurnalistik dengan menjadi redaktur beberapa majalah, antara lain Horison, Kalam, Basis, dan lain-lain. 


Karya-karya Sapardi Djoko Damono terkenal akan gaya bahasa yang sederhana namun memiliki makna yang dalam. Beberapa karyanya yang populer antara lain: 

• Puisi Aku Ingin (1989)

• Novel Yang Fana Adalah Waktu (2018)

• Kumpulan puisi Hujan Bulan Juni (1994)

• Kumpulan puisi Namaku Sita (2012)

• Kumpulan puisi Melipat Jarak (2017)

• Kumpulan puisi Mboel: 80 Sajak (2020)

Sosiologi Sastra: Sebuah Pengantar Ringkas (1978)

Sumber gambar: Detikcom

Karyanya telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa asing, termasuk bahasa Inggris, Prancis, Jerman, Jepang, dan Korea. Ia juga telah menerima banyak penghargaan atas karyanya, seperti Anugerah Seni dari Yayasan Seni Budaya Indonesia, Hadiah Sastra Pusat Bahasa, dan Penghargaan Achmad Bakrie.


Sapardi Djoko Damono juga aktif dalam dunia kepenulisan lainnya sepertii esai, kritik sastra, dan terjemahan. Ia pernah menjadi salah satu juri dalam penghargaan sastra bergengsi di Indonesia, yaitu Kusala Sastra Khatulistiwa. Sapardi Djoko Damono meninggal dunia pada 19 Juli 2020 di usianya yang ke-80 tahun, namun karya-karyanya tetap dikenang dan dihargai oleh banyak orang sebagai salah satu penulis dan penyair terkemuka di Indonesia.

Komentar