Marah Roesli adalah seorang sastrawan dan musikus terkenal Indonesia. Ia lahir pada tanggal 7 Desember 1889 di Padang Sumatera Barat dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga islam.
Pada usia muda, Marah Rusli bersekolah di Hollandsche Inlandsche School di Padang Panjang dan kemudian melanjutkan studinya di H.I.S. di Bukittinggi. Ia kemudian pergi ke Belanda untuk melanjutkan studinya di Universitas Leiden dan memperoleh gelar doktor pada tahun 1925. Selama di Belanda, Marah Rusli aktif dalam gerakan pergerakan kebangsaan Indonesia dan pernah menjadi anggota Jong Sumatranen Bond.
Sebelum terkenal menjadi seorang penulis, Marah Roesli merupakan seorang dokter hewan. Marah Roesli termasuk dalam sastrawan Indonesia angkatan Balai Pustaka yang dikenal sebagai penulis terkemuka setelah bukunya Sitti Nurbaya (1922) banyak dibicarakan oleh masyarakat luas bahkan hingga sekarang. Jejak Langkah Penulis Sitti Nurbaya: Biografi Marah Roesli. Cerita tentang wanita yang dipaksa untuk menikah dengan lelaki yang tidak diinginkannya karena masalah ekonomi oleh keluarganya. Selain Sitti Nurbaya, berikut adalah karya-karya Marah Roesli:
• Sitti Nurbaya (1922)
• Anak dan Kemanakan (1956)
• La Hami (1953)
• Memang Jodoh
Referensi bacaan Marah Roesli banyak berasal dari Barat dan selalu mengikuti perkembangan zaman. Hal ini dapat dilihat dalam karyanya Sitti Nurbaya yang berisi pandangannya tentang masih adanya adat yang tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Selain itu, Marah Roesli juga telah mencurahkan pemikirannya tentang emansipasi perempuan yang pada masa itu masih dianggap tabu oleh masyarakat. Atas keberhasilannya dalam karya ini, ia mendapatkan hadian tahunan dalam bidang sastra dari pemerintah Indonesia.
Marah Rusli meninggal pada 28 Maret 1968 di Jakarta dan dihormati sebagai salah satu sastrawan besar di Indonesia. Karya-karyanya diakui sebagai bagian penting dari perkembangan sastra Indonesia dan masih dihargai hingga saat ini.

Komentar
Posting Komentar