Kegagahan sang ancala
kini tak lagi nampak
Untaian tali hitam
membelitnya
Seolah sembuyikan
keelokannya
Sudah tak terdengar lagi
bisikan pipit di pagi hari
Terkalahkan deruman kuda
besi
Melalangkan kabut pekat
Sejak mentari belum
menyingsing
Kubangan harapan terinjak
otoritas
Tak lagi peduli tentang
asas
Jalankan segala
kepentingan
Walau semesta sang
penguasa bayarannya
Masih bolehkah aku
mendamba?
Mendamba birunya langit
tanpa kabut pekat
Mendampa hijaunya rumput
tanpa menguning kering
Mendamba jernihnya aliran
sungai
Mendamba seruan pipit di
pagi hari
Mendamba eloknya bintang
di langit malam
Mendamba kembalinya
semesta seperti semula
Komentar
Posting Komentar