Biarkan Aku Mendamba

Kegagahan sang ancala

kini tak lagi nampak

Untaian tali hitam membelitnya

Seolah sembuyikan keelokannya

 

Sudah tak terdengar lagi

bisikan pipit di pagi hari

Terkalahkan deruman kuda besi

Melalangkan kabut pekat

Sejak mentari belum menyingsing

 

Kubangan harapan terinjak otoritas

Tak lagi peduli tentang asas

Jalankan segala kepentingan

Walau semesta sang penguasa bayarannya

 

Masih bolehkah aku mendamba?

Mendamba birunya langit tanpa kabut pekat

Mendampa hijaunya rumput tanpa menguning kering

Mendamba jernihnya aliran sungai

Mendamba seruan pipit di pagi hari

Mendamba eloknya bintang di langit malam

Mendamba kembalinya semesta seperti semula

 

Yogyakarta, 2023

Komentar