Apa Itu Ekranisasi?

Istilah ekranisasi kembali populer digunakan, terutama dalam bidang sastra. Istilah ini berasal dari bahasa Prancis  écran yang berarti  ‘layar’. Layar yang dimaksudkan dalam hal ini adalah pelayarlebaran karya.

freepik.com

Ekranisasi sendiri memiliki pengertian sebagai proses penulisan suatu karya sastra dalam bentuk naskah skenario untuk diadaptasi ke dalam media film atau televisi. Dalam proses ekranisasi, penulis akan mengubah teks sastra yang bersifat deskriptif dan naratif menjadi adegan dan dialog yang bisa dimainkan oleh para aktor dalam film atau televisi. 


Berikut adalah beberapa contoh karya yang diekranisasi:

• Tenggelamnya Kapal Vand Der Wijk (1938) karya Hamka yang difilmkan tahun 2013

• Bumi Manusia (1980) karya Pramoedya Ananta Toer yang difilmkan tahun 2019

• Ronggeng Dukuh Paruk (1982) karya Ahmad Tohari yang difilmkan tahun 2011 dengan judul 'Sang Penari'

• Ayat-ayat Cinta  (2004) karya Habiburrahman El Shirazy yang difilmkan tahun 2008

• 5cm (2005) karya Donny Dhirgantoro yang difilmkan tahun 2012

• Laskar Pelangi (2005) karya Andrea Hirata yang difilmkan tahun 2008

• Dilan: Dia adalah Dilanku Tahun 1990 (2014) karya Pidi Baiq yang difilmkan tahun 2018

• Negeri 5 Menara (2009) karya Ahmad Fuadi yang difilmkan tahun 2012

• Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas karya Eka Kurniawan (2014) yang difilmkan tahun 2021


Dalam proses ekranisasi, beberapa bagian cerita mungkin perlu dipotong atau ditambahkan agar bisa cocok dengan durasi dan format media film atau televisi. Hal ini bisa memerlukan keterampilan khusus dari penulis skenario untuk mengubah karya sastra yang kompleks menjadi sebuah narasi visual yang menarik. 



Ekranisasi sering dilakukan terhadap karya-karya sastra terkenal seperti novel, cerpen, atau drama, dan merupakan salah satu cara untuk memperluas jangkauan dan pengaruh karya sastra.

Komentar