Joko Pinurbo adalah seorang esais dan penyair yang lahir di Semarang, Jawa Tengah pada tanggal 11 September 1962. Ia merupakan salah satu penyair modern Indonesia yang paling terkenal, ia terkenal dengan tulisannya yang lugas dan introspektif.
Pada awal tahun 1980-an, Joko Pinurbo mengawali karirnya adalam dunia sastra dengan menerbitkan puisi pertamanya di majalah dan jurnal sastra. Setelah itu, ia juga pernah bekerja sebagai guru dan jurnalis sebelum mendedikasikan dirinya sepenuhnya untuk menulis.
Buku puisi pertama Joko Pinurbo, Sajak-Sajak Langit, dirilis pada tahun 1994 dan mendapat pujian kritis, yang menjadikannya sebagai salah satu tokoh utama dalam puisi Indonesia. Karya-karyanya yang lain juga mendapat banyak apresiasi dari pembaca. Karya Joko Pinurbo, antara lain:
• Celana (1999)
• Di Bawah Kibaran Sarung (2001)
• Pacarkecilku (2002)
• Telepon Genggam (2003)
• Kekasihku (2004)
• Pacar Senja: Seratus Puisi Pilihan (2005)
• Kepada Cium (2007)
• Tahilalat (2012)
• Haduh, aku di-follow (2013)
• Baju Bulan: Seuntai Puisi Pilihan (2013)
• Bulu Matamu: Padang Ilalang (2014)
• Surat Kopi (2014)
• Surat Dari Yogya (2015)
• Selamat Menunaikan Ibadah Puisi: Sehimpun Puisi Pilihan (2016)
• Malam Ini Aku Akan Tidur Di Matamu: Sehimpun Puisi Pilihan (2016)
• Buku Latihan Tidur: Kumpulan Puisi (2017)
• Srimenanti (2019)
• Salah Piknik (2021)
Dalam puisinya, Joko Pinurbo sering membahas isu-isu yang berkaitan dengan bahasa, identitas, dan kompleksitas emosi manusia. Tulisan-tulisannya dibedakan oleh gaya yang sederhana dan kontemplatif serta kemampuannya untuk memunculkan spektrum emosi yang luas hanya dengan beberapa kata yang dipilih dengan cermat.
Selain menulis puisi, Joko Pinurbo juga merupakan seorang penulis esai yang produktif yang menulis tentang berbagai hal, termasuk sastra dan isu-isu sosial. Ia terkenal dengan pengamatannya yang tajam dan berwawasan luas tentang masyarakat Indonesia modern.
Prestasi sastra Joko Pinurbo telah menerima pengakuan dari nasional dan internasional.Ia telah menerima berbagai perhargaan bergengsi, antara lain Sih Award, Khatulistiwa Literary Award, dan Southeast Asian Authors Award. Karya-karyanya telah diterjemahkan dalam bahasa Inggris, Belanda, Rusia, Mandarin, dan Jerman.
Saat ini, Joko Pinurbo masih menulis dan menerbitkan puisi dan esai. Ia dikenal sebagai salah satu penulis paling penting di Indonesia dan paling dikenal karena tulisan-tulisannya yang tajam yang menggambarkan seluk-beluk kondisi manusia.

Komentar
Posting Komentar