Mengarungi Aliran Kehidupan Karyanya: Siapakah Ahmad Tohari?

 

Ahmad Tohari merupakan seorang novelis dan aktivis sosial yang lahir pada tanggal 13 Juni 1948 di desa Tinggarjaya, Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Provonsi Jawa Tengah. Ahmad Tohari terlebih dahulu menulis karya jurnalistik sebelum beralih ke fiksi pada akhir tahun 1970-an. Ia terkenal karena menulis tentang tantangan masyarakat pedesaan Jawa dalam menghadapi perkembangan sosial dan ekonomi, terutama pada buku debutnya Ronggeng Dukuh Paruk.


Sumber : IDN Times

Buku debut Ahmad Tohari, Ronggeng Dukuh Paruk (Penari dari Desa Paruk), diterbitkan pada tahun 1980 dan mendapat pengakuan tinggi karena penggambarannya yang akurat tentang kehidupan pedesaan di Indonesia. Novel Ronggeng Dukuh Paruk kemudian dikemas lagi dalam trilogi. Novel keduanya berjudul Lintang Kemukus Dini Hari (1985) dan novel ketiganya adalah Janera Bianglala (1986). Kemudian pada tahun 2011, buku ini diangkat ke dalam sebuah film yang sangat terkenal yang berjudul "Sang Penari". 


Tulisannya sering mengangkat isu-isu ketidakadilan sosial, penindasan politik, dan bagaimana modernisasi mempengaruhi kebudayaan asli masyarakat. Selain Ronggeng Dukuh Paruk, Ahmad Tohari juga merilis sejumlah karya lainnya, yaitu:
• Kubah (1980), 
• Di Kaki Bukit Cibalak (1986), 
• Kumpulan puisi berjudul Senyum Karyamin (1989), Bekisar Merah (1993), 
• Lingkar Tanah Lingkar Air (1995), 
• Kumpulan ceroen Nyanyian Malam (2000), 
• Belantik (2001), Orang-orang Proyek (2002), 
• Kumpulan cerpen Rusmi Ingin Pulang (2004), 
• Kumpulan ceren Mata Yang Enak Dipandang (2013). 


Pencapaian sastra Ahmad Tohari telah menerima pengakuan nasional bahkan internasional. Ia memperoleh  Penghargaan Pengarang Asia Tenggara dan Penghargaan Buku Nasional. Karyanya diterjemahkan dalam beberapa bahasa, mulai dari bahasa Inggris, Prancis, hingga Jerman.


Ahmad Tohari masih dianggap sebagai salah satu penulis Indonesia yang paling penting dan terkenal saat ini. Di Indonesia, ia terus mengampanyekan keadilan sosial dan kelestarian lingkungan melalui tulisan-tulisannya.


Komentar