Ayu Utami lahir pada tanggal 21 November 1968 di Bogor, Jawa Barat, Indonesia. Ia adalah seorang penulis, jurnalis, dan aktivis feminis Indonesia. Dia dianggap sebagai salah satu penulis paling berpengaruh dalam sastra Indonesia saat ini.
Sumber: Tempo.co
Ayu Utami kecil menghabiskan banyak waktunya di provinsi Jawa Barat, Kalimantan Timur, dan Sumatera Selatan. Ia meraih gelar sarjana bahasa dan sastra Rusia pada tahun 1992 dari Universitas Indonesia. Ia kemudian menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai jurnalis, menulis mulai dari politik hingga seni.
Ayu Utami merilis buku debutnya, Saman, pada tahun 1998. Buku ini langsung menjadi buku terlaris di Indonesia dan mendapat pujian dari para kritikus dalam dan luar negeri. Buku ini membahas isu-isu gender, seksualitas, dan agama. Pada saat penerbitannya, buku ini dianggap kontroversial karena menggambarkan seks dan kekerasan secara vulgar.
Selain Saman, Ayu Utami juga memiliki karya terkenal lainnya, yaitu series novel Bilangan Fu. Series ini terdiri atas 4 novel, yaitu Bilangan Fu (2008), Manjali dan Cakrabirawa (2010), Lalita (2012), dan Maya (2013)
Dalam tulisannya, ia sering membahas isu-isu sosial dan politik di Indonesia, seperti korupsi, intoleransi terhadap agama lain, dan perjuangan demokrasi. Ayu Utami telah menerbitkan sejumlah buku lagi sama popularitasnya dengan karya Saman, yaitu:
• Novel Larung (2001),
• Kumpulan esai Si Parasit Jalang (2003)
• Novel Bilangan Fu (2008)
• Novel Manjali dan Cakrabirawa (2010)
• Novel Cerita Cinta Enrico (2012)
• Novel Soegija : 100% Indonesia (2012)
• Novel Lalita (2012)
• Novel Si Parasit Jalang (2013)
• Novel Pengakuan: Eks Parasit Jalang (2013)
• Novel Maya (2013)
• Novel Anatomi Rasa (2019)
Ayu Utami adalah seorang penulis terkenal sekaligus seorang aktivis feminis. Dia adalah anggota pendiri publikasi feminis "Jurnal Perempuan", yang mempromosikan kesetaraan gender dan hak-hak perempuan di Indonesia.
Pencapaian sastra Ayu Utami telah menerima pengakuan nasional dan internasional. Ia telah memenangkan berbagai penghargaan untuk tulisannya, antara lain Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta, Kusala Satra Khatulistiwa, dan Prince Claus Award. Karyanya telah diterjemahkan dalam bebeberapa bahasa, mulai dari bahasa Inggris, Jerman, hingga Belanda.
Saat ini, Ayu Utami masih terus memperjuangkan keadilan sosial dan kesetaraan gender di Indonesia lewat tulisan-tulisannya

Komentar
Posting Komentar